Civitas
-Sebuah Review
-Dimuat di Tabloid Civitas STAN Edisi 19 Mei 2012
“Betapa impian dan harapan yang tiga tahun ini dibangun harus hancur runtuh berkeping di depan mata,” ujar Dedy Nurmawan Susilo, salah satu mahasiswa spesialisasi Kepabeanan dan Cukai lulusan 2011 yang ditempatkan di BPKP.
Keluhan dari Rawamangun
Setelah sempat “ditelantarkan” selama beberapa bulan, lulusan STAN 2011 yang berjumlah 2.197 orang akhirnya mendapatkan kepastian mengenai penempatan instansi pada Februari lalu. Namun, beberapa kejanggalan terjadi dalam hal ini. Beberapa nama ditempatkan tidak sesuai dengan pola alokasi pegawai yang biasa diterapkan dari tahun ke tahun. Mahasiswa spesialisasi Penilai/PBB yang selama ini berfokus pada materi penilaian, seluruhnya ditempatkan di BPKP. Selain itu, dari tujuh puluh mahasiswa spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, ada delapan belas nama yang harus ke BPKP.
Read more
-Sebuah Review
-Dimuat di Tabloid Civitas STAN Edisi 19 Mei 2012
Jajak pendapat Civitas selanjutnya melibatkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Spesialisasi (HMS). UKM dan HMS menjadi objek jajak pendapat ini karena keduanya merupakan mitra kerja sama BEM dalam membentuk program yang sinergis.
Delapan UKM yang menjadi objek jajak pendapat Civitas mewakili setiap departemen BEM STAN, kecuali STAN Informatic Club di bawah naungan Departemen Komunikasi dan Informasi BEM STAN yang telah dihubungi namun tidak berkesempatan untuk bertemu langsung. UKM yang dimaksud adalah, KSR, Scene, Mafos, Teater Alir, Aksara, SAFF, STAN Futsal, dan Karate.
Setiap UKM diberikan keleluasaan untuk menjabarkan jawaban mereka di samping wajib memberikan pandangan final mengenai kesinergisan program dengan BEM. Hasilnya, 50% responden merasa bahwa sinergisme secara umum terlaksana, sedangkan sisanya tidak.

Yang menarik, 63% dari responden mengaku tidak pernah diajak untuk merencanakan dan menyinergikan program BEM dengan program mereka.
Read more

-Sebuah Review
-Dimuat di Tabloid Civitas STAN Edisi 19 Mei 2012
Menanggapi hasil jajak pendapat kinerja BEM STAN 2011/2012 yang dilakukan Civitas, Teguh Hartato selaku Presma BEM STAN 2011/2012 tidak mau tinggal diam. Ia memiliki alasan kuat mengapa hasil jajak pendapat berkata demikian.
Read more-Sebuah Review
-Dimuat di Tabloid Civitas STAN Edisi 19 Mei 2012
BEM STAN sebagai organisasi eksekutor tertinggi di KM STAN mengemban amanah yang didanai oleh iuran mahasiswa. Saat kepengurusan Teguh Hartato, kesinergisan kegiatan demi pengelolaan dana yang lebih optimal menjadi fokus utama. Selain itu, Teguh menekankan pentingnya peran BEM sebagai organisasi non-EO.
Menurut Teguh, sifat eventorganizer (EO) telah melekat di profil pengurus BEM STAN tahun-tahun ke belakang. EO sendiri yang berarti pelaksana penuh atas suatu kegiatan bukan pilihan yang tepat untuk menciptakan sinergisme. Maka dari itu, Teguh merasa perlu membentuk program yang dapat mendukung terciptanya sinergisme antara BEM, UKM, dan HMS. Kinerja BEM secara umum yang dilihat dan dirasakan mahasiswa dapat menjadi cerminan bagaimana program bersinergi tersebut terlaksana.
Seratus responden mahasiswa D1 dan D3 Reguler yang dipilih secara acak menjadi objek uji petik Civitas. Responden diminta untuk mengisi kuesioner berisi pertanyaan mengenai kinerja BEM STAN 2011/2012 dengan skala satu sampai lima. Skala satu menandakan kinerja terburuk, skala lima menunjukkan kinerja terbaik. Toleransi kesalahan ditetapkan sebesar 10%.
Di pertanyaan pendahuluan, responden diminta untuk memberikan keterangan terlebih dahulu apakah ia memiliki organisasi yang diikuti selain organisasi kedaerahan. Pertanyaan selanjutnya menunjukkan tingkat partisipasi responden di organisasi tersebut.
Pertanyaan pendahuluan tersebut penting untuk mengetahui tingkat partisipasi responden yang turut berkecimpung di organisasi KM STAN. Tingkat partisipasi yang tinggi menunjukkan tingkat pemahaman mereka terhadap lingkungan kampus dan keterlibatan mereka dengan BEM, baik secara langsung maupun tidak. Dengan begitu, jajak pendapat ini diharapkan dapat terjaga keakuratannya dalam menghasilkan cerminan relatif kinerja BEM di mata mahasiswa.
Selanjutnya, responden diminta untuk menilai kinerja BEM tunggal dan kinerja BEM keseluruhan. Kinerja BEM tunggal merupakan penilaian responden yang pernah bekerja sama dan terlibat langsung dengan BEM, sedangkan kinerja BEM keseluruhan adalah pandangan menyeluruh responden terhadap BEM selama setahun kepengurusan Teguh.

Read more
-Sebuah Review
-Dimuat di Tabloid Civitas STAN Edisi 19 Mei 2012
Hampir setahun kepemimpinan “sinergis” Aang-Ajay berlalu. Hampir setahun pula “jualan” mereka pada masa kampanye terlihat.

Sinergi, kata yang didengungkan pada masa kampanye Teguh Hartato dan M. Fajar Nugraha yang akrab disapa Aang-Ajay, berkaitan dengan kegiatan atau operasi gabungan yang merujuk pada kerja sama antarunsur yang terlibat dalam sistem. Sinergisme yang diusung oleh Aang-Ajay berorientasi pada kesamaan konsep kegiatan dan waktu pelaksanaan. Program-program UKM dan HMS dicanangkan untuk diatur sedemikian rupa agar sejalan dengan program yang direncanakan BEM STAN. Program-program dengan konsep yang sama akan dijadikan satu paket program utama (Oven News No.7/Tahun VI/Minggu II/Mei 2011).
Beberapa faktor
Read more
Sergio - who works carrying coal bags in a market - smokes a cigar during a break, in Managua, Nicaragua, on May 8, 2012.
[Credit : Nicolas Garcia/AFP/Getty Images]
A boy cries as he holds his sister in his lap after a confrontation between squatters and police in Kathmandu, Nepal, May 8, 2012. Riot police in Katmandu arrested more than 20 protesters on Tuesday during clashes sparked by an attempt to evict landless squatters from their homes. Dozens were injured. The demolition drive follows a Nepali government decision to force the squatters out from an area beside the Thapathali hospital and move them to an alternative settlement along with the introduction of a property ownership document, according to local media reports.
[Credit : Bikash Dware / Reuters]
Children play in a area occupied by Members of the Brazil’s Landless Movement (MST) in Embu das Artes, outskirt of Sao Paulo, Brazil, Monday, May 7, 2012. According to the Landless Movement, there are about 8,000 people living in over 3,000 tents in Embu, an area with three natural springs and 4.7 million square feet of native forest that has grown into the country’s largest landless occupation. Conflicts over land in Brazil increased last year, and there are at least two that could turn into violent conflagrations at any moment, although the number of rural activists killed nationally went down slightly, according to a report released Monday by a watchdog group that has long kept a tally of threats and murders.
[Credit : Andre Penner/AP]
A boy climbs on a World War II monument at an open air museum in Kiev on May 9, 2012 during Victory Day celebrations. Ukraine, Russia and other post-Soviet countries marked today the 67th anniversary of the Soviet victory over Nazi Germany in World War II.
[Credit : Sergei Supinsky/AFP/Getty Images]
Spesialisasi Akuntansi STAN Praktik kerja Lapangan (PKL) untuk pertama kali di tahun ajaran 2012. Spesialisasi lain memang melaksanakan PKL untuk mengakhiri program pendidikan mereka, berbeda dengan Akuntansi yang selama ini tidak melakukan PKL , hanya kewajiban untuk menyusun Karya Tulis Tugas Akhir (KTTA).

Reza Syam Pratama
Pemimpin Redaksi Media Center STAN
Mungkin, mengevaluasi kinerja elemen kampus yang secara masif terkait langsung dengan kepentingan mahasiswa akan jadi salah satu “tradisi” liputan Civitas. Sejak tahun lalu, tim redaksi sudah menyajikan materi evaluasi sebagai liputan utama di satu edisi tertentu. Edisi ini, Tabloid Civitas menghadirkan evaluasi kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa STAN di bawah kepemimpinan Teguh Hartato dan Fajar Nugraha.
Kenapa harus evaluasi (lagi)? Tak adakah isu lain yang layak dikategorikan sebagai liputan utama di tengah maraknya kegiatan kemahasiswaan di kampus?
Read more